Wujudkan Transparansi dan Akuntabel, Semua Puskesmas di Kubu Raya Kelola Anggaran Sistem Non Tunai dengan Aplikasi CMS Bank Kalbar

0
56

KBRN, Kubu Raya : Penerapan sistem non tunai (cashless) di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) tidak hanya dilakukan semua (118) Desa di daerah itu, bahkan sebelumnya semua (20) Puskesmas yang tersebar di Kabupaten ke 12 di Kalbar itu sudah lebih dulu menerapkan sistem cashless ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan mengatakan, penerapan sistem non tunai bagi semua (20) Puskesmas ini sudah dilakukan sejak bulan November 2019 lalu, bahkan lebih dulu dari sistem non tunai yang dilakukan semua (118) Desa (27/2/2020).

“Selain dilakukan semua Puskesmas, sistem non tunai tunai dengan aplikasi Cash Management System (CMS) Bank Kalbar ini juga sudah di lakukan di 129 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan 72 Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di 9 Kecamatan di Kubu Raya. Alhamdulillah semuanya sudah mengelola keuangan dengan non tunai, kecuali penggunaan anggaran yang dibawah Rp.1 Juta, seperti untuk membeli bensin “, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya H. Marijan, S.Pd. M.Kes saat ditemui RRI di kediamannya jalan Perdamaian Komplek Ari Karya Indah 4 Jalur 3 Blok B.15, Minggu (1/3/2020).

Marijan bersyukur, dalam penerapan sistem non tunai, meski terdapat kendala, namun sampai saat ini semua Puskesmas mampu menjalankannya dengan baik dan lancar. Karena semua anggaran yang dikeluarkan semuanya melalui rekening dan dipastikan sampai kepada pihak yang menerimanya, seperti penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas yang dilakukan Kepala Puskesmas, Kepala TU dan staf yang dimasukan ke masing-masing rekening.  

“Namanya juga hal yang baru, jadi ada sedikit persoalan yang dihadapi namun semuanya bisa diatasi dengan baik dan lancar karena yang mengendalikan semua ini ada di Dinas Kesehatan. Terobosan dan inovasi dari bapak Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH ini, tentunya sangat memberikan keamanan dan kenyamn bagi kami untuk mengelola anggaran di Dinas Kesehatan agar lebih transparan dan akuntabel”, ucapnya.

Marijan menuturkan, meski belum di lounching, namun semua proses penganggaran di Dinas Kesehatan sudah berbasis cashless, termasuk pemberian gaji dan honor bagi kader Posyandu, kader lansia dan dukun. Namun Marijan tidak menampik, untuk pemberian honor bagi dukun ada sedikit kendala, karena kebanyakan tanda tangan yang di tulis dukun tidak sama dengan tanda tangan yang ada di KTP, sehingga hal ini di tolak oleh pihak bank.

“Karena tanda tangan yang diberikan dukun ini berbeda dengan KTP, maka pihak bank belum berani untuk mentransfernya. Mengingat pihak bank tidak akan mentransfer dananya jika adanya sedikit perbedaan tanda tangan yang ada di KTP. Kedapannya kita akan coba carikan solusinya dan saat ini sudah berjalan”, tuturnya.

Sementara itu, saat dihubungi RRI Pontianak via telfon, Kepala Puskesmas Sungai Ambawang Okta Sucianto mengaku merasa terbantu dengan penerapan sistem non tunai, bahkan dengan sistem cashless ini juga mempermudah dalam urusan transaksi yang berkaitan dengan anggaran.  

“Dengan sistem non tunai ini, kami lebih terarah dan nyaman lagi dalam mengarahkan penganggaran, sehingga langkah ini juga untuk meminalkan penyelewengan anggaran dan tentunya anggaran yang kita gunakanpun akan lebih transparan dan akutabel”, ungkap Kepala Puskesmas Sungai Ambawang Okta Sucianto saat dihubungi via telfon..

Okta menambahkan, karena baru diterapkan pada November 2019 lalu, untuk transaksi berbasis non tunai ini baru pada tahap proses pengeluaran anggaran untuk jasa petugas dan belum sampai pada anggaran belanja.

“Sampai saat ini kendala yang kita hadapi hanya pada pembayaran gaji pada staf yang belum memiliki rekening tabungan. Untuk mensukseskan program yang luar bisa dari bapak Bupati H, Muda Mahendrawan, SH ini, tentunya saya sudah menginstruksikan kepada staf yang belum memiliki rekening, untuk segera membuka tabungannya di Bank Kalbar, agar bisa membantu dan mempermudah kami dalam pengeluaran anggaran untuk proses gaji staf di Puskesmas Sungai Ambawang”, pungkasnya.

Di tempat terpisah, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, sistem non tunai ini dilakukan dengan harapan pengelolaan anggaran Di Dinas Kesehatan akan jauh lebih transparan, efektif, cepat dan akuntabel serta memperkecil peluang celah peluang dan penyalahgunaan anggaran. 

“Langkah ini sebagai upaya kita untuk memberikan rasa aman bagi Kepala Puskesmas agar terhindar dari kesalahan dan penyalahgunaan serta penyimpangan, sehingga semuanya dapat termonitor dengan baik”, jelas Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH.

sumber: by Rino Kartono Mawardi

http://m.rri.co.id/pontianak/post/berita/794424/ekonomi/wujudkan_transparansi_dan_akuntabel_semua_puskesmas_di_kubu_raya_kelola_anggaran_sistem_non_tunai_dengan_aplikasi_cms_bank_kalbar.html