Antisipasi Corona, Bupati Kubu Raya Liburkan Sekolah Selama 2 Minggu dan Himbau Warga Tahan Diri Beraktivitas di Luar Rumah

0
17

KBRN, Kubu Raya : Menyikapi informasi dan pristiwa yang berkembang terkait penyebaran dan penularan virus corona (Covid 19) yang telah ditentukan World Health Organization (WHO) sebagai pandemi global. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) mengambil langkah cepat antisipasi dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar di semua tingkatan sekolah Selama 2 Minggu.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, saat ini diberbagai daerah di Indonesia telah terjadi penyebaran virus corona, salah satunya ada di Kota Pontianak yang sudah ditemukan 1 warga positif yang terdampak virus ini. Untuk menindaklanjuti himbauan dan surat edaran Gubernur Kalbar Sutarmidji serta untuk mencegah semakin meluasnya penyebaran virus ini, mulai Senin besok (16/3/2020) semua aktivitas belajar mengajar di seluruh tingkatan sekolah diliburkan mulai dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat Negeri maupun swasta sampai 2 pekan kedepan (28/3/2020).

“Saya meminta kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru untuk segera memberikan informasi hal ini kepada seluruh orang tua murid dengan maksud agar kita semua lebih banyak beraktivitas di rumah masing-masing. Selama masa liburan, saya minta anak-anak tetap di rumah dan orang tua agar memberikan kegiatan-kegiatan positif kepada anak-anaknya, menjaga kesehatan dan kurangi aktivitas di luar rumah serta mengajarkan anaknya ber-Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara mencuci tangan sesering mingkin, berolahraga yang teratur serta kurangi aktivitas di luar rumah”, ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, SH di kediamannya Jalan Tanjungsari nomor 169 Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak, Minggu (15/3/2020) malam.

Bupati Muda menjelaskan, Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak dan mobilasasi masyarakat dari Pontianak dan Kubu Raya sangat tinggi. Bandara Internasional Supadio terletak di Kabupaten Kubu Raya dan berada di jalur yang strategis melalui 3 pintu masuk ke Kalbar, baik melalui Sungai, Darat maupun Udara. 

“Karena kondisi ini merupakan tanggung kita semua dan Pemerintah tentunya terus berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan, untuk itu masyarakat juga harus berkontribusi dengan berupaya dan menahan diri sementara untuk tidak mengajak keluarga mengunjungi tempat-tempat keramaian, karena virus ini penularannya melalui interaksi antara satu orang dengan orang lainnya. Maka kita berdiam diri di rumah dengan tujuan agar kita tidak ikut menjadi faktor penyebar virus itu sendiri”, imbuhnya. 

Orang nomor satu di Kubu Raya itu mengharapkan kepada masyarakat untuk bisa menahan kondisi ini dan kepada seluruh desa-desa, RT/RW, Dusun, tokoh masyarakat, termasuk seluruh organisasi dan kelembagaan. Jika ada agenda-agenda, baik yang bersifat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan RW masih mampu ditunda, dirinya meminta untuk di tunda terlebih dahulu. Karena untuk menghindari keramaian dan kerumunan.

“Dengan langkah ini, tentunya kita mengajak bekerjasama dan saya mohon untuk bisa menahan diri dengan kondisi ini. Langkah-langkah ini juga dimaksudkan supaya kita bisa melakukan aktivitas di rumah dengan istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi, dan mengajak anak-anak dan keluarga kita untuk selalu ber-Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan mencuci tangan setiap melakukan aktivitas dan berwudhu serta meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT di rumah masing-masing dengan melakukan shalat hajat, berdoa dan berzikir bersama termasuk juga melakukan ibadah lainnya di rumah masing-masing”, tuturnya.

Pencetus slogan “Dari Kubu Raya Untuk Indonesia” itu mengajak masyarakat untuk bersama-sama kompak melakukan upaya antisipasi dan Bupati juga mengharapkan kepada masyarakat, RT, RW dan Desa untuk tetap melakukan pelayanan dan semuanya kooperatif menyampaikan informasi secepatnya apabila ada ditemukan warga yang mungkin saja saat ini sedang menderita demam dan flu yang suhu badannya cukup tinggi agar segera menghubungi pihak medis yang ada Di Puskesmas yang tersebar di 9 Kecamatan.

“Kita juga sudah menginstruksikan ke seluruh petugas medis agar sigap dan cepat untuk membawa warga ke puskesmas-puskesmas atau puskesmas yang datang ke rumah warga untuk melakukan pemeriksaan”, harapnya.

Cepatnya informasi tentang virus corona ini sudah sangat luar biasa di media sosial, Tokoh penggagas terbentuknya Kabupaten Kubu Raya ini juga mengharapkan kepada masyarakat pengguna media sosial dan para nitizen agar dapat melakukannya dengan bijak dan jangan sampai terkesan dibuat seperti lelucon, guyonan atau berdimensi politis. “Kita harus negarawan dan bijak, karena kondisi ini merupakan persoalan serius, persoalan bangsa dan persoalan dunia. Dengan sikap sabar dan menahan diri inilah bentuk tanggung jawab dan bentuk kontribusi kita bagi negeri ini. Untuk itu saya minta masyarakat untuk tenang dan tidak panik secara berlebihan karena Kubu Raya akan tetap melakukan pelayanan, baik pelayanan kesehatan, administrasi maupun pelayanan perizinan. Semoga Allah SWT tetap memberikan perlindungan kepada kita semua. Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin”, pungkasnya.

Sumber : http://m.rri.co.id/pontianak/post/berita/801612/kesehatan/antisipasi_corona_bupati_kubu_raya_liburkan_sekolah_selama_2_minggu_dan_himbau_warga_tahan_diri_beraktivitas_di_luar_rumah.html