Warga Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap, Minta Gubernur Kalbar Bantu Perbaiki Jalan Tanggul Laut

0
28

SUNGAI KAKAP- Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kalimantan Barat, Rabu (22/7/2020) pagi untuk melihat langsung kapal ikan asing illegal yang berhasil diamankan di laut Natuna pada Rabu (15/7/2020) lalu di  Detention Center Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di desa Sungai Rengas Kabupaten Kubu Raya dijadikan momen bagi warga untuk menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji yang turut hadir dalam kegiatan itu, untuk bantu memperbaiki jalan Tanggul Laut Desa Sungai Rengas yang saat ini mengalami rusak berat.   

Pasalnya, jalan yang merupakan akses satu-satunya untuk sampai ke Detention Center Stasiun PSDKP Pontianak itu saat ini sudah sulit dilewati warga, karena kondisinya sangat licin dan bercampur lumpur. Tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kalbar dalam beberapa pekan terakhir membuat kondisi itu pun semakin rusak berat dan tentunya membahayakan bagi warga sekitar. Sebab, infrastuktur yang menghubungkan Desa Sungai Rengas, Jeruju Besar dan Desa Sungai Kupah itu sudah tidak layak untuk dilewati.

Tokoh masyarakat Desa Sungai Rengas Hermili Jamani mengatakan, jalan yang dikeluhkan warga ini sebenarnya sudah diperbaiki melalui anggaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tahun ini, namun keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah, membuat jalan tersebut belum semuanya bisa diperbaiki. Sebab, setiap tahunnya pejabat negara seperti Menteri Kelautan dan Perikaanan yang sering melakukan kunjungan ke Detention Center Stasiun PSDKP Pontianak di Desa Sungas Rengas dan tentunya melewati jalan ini. Bahkan dalam 9 tahun terakhir, sudah ada 4 Menteri Kelautan dan Perikanan yang melewati jalan itu untuk berkunjung ke Detention Center Stasiun PSDKP Pontianak, diantaranya Fadel Muhammad (Mei 2011), Sharif C Sutardjo (Mei 2012), Susi Pudjiastuti (November 2014 dan April 2019) dan hari ini Edhy Prabowo (Juli 2020).

“Kami dari sejumlah tokoh masyarakat dan Ketua RT di tiga desa ini hanya ingin menyampaikan keinginan masyarakat yang meminta kepada pak Gubernur Kalbar Sutarmidji, agar bantu dan mengeluarkan anggaran untuk perbaikkan jalan tanggul laut. Karena pada tahun ini Pemkab sudah semaksimal mungkin mengeluarkan anggaran untuk perbaikkan, namun belum mampu menjangkau semua kerusakkan di jalan itu. Apakan lagi jalan ini merupakan akses utama bagi warga dan merupakan jalan menuju Detention Center Stasiun PSDKP Pontianak”, kata Tokoh masyarakat desa Sungai Rengas Hermili usai peninjauan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terhadap Kapal ikan asing illegal di Detention Center Stasiun PSDKP Pontinak, Rabu (22/7/2020).  

Hermili menuturkan, jalan Tanggul Laut ini merupakan jalan poros kedua setelah jalan Pramuka dan jalan poros ini juga selain menjadi pusat kawasan industri dan perkantoran Pemerintah Provinsi, juga menjadi kawasan pemukiman warga. Karena jalan ini merupakan akses satu-satunya dari berbagai wilayah termasuk bagi warga desa Sungai Rengas, Jeruju Besar dan desa Sungai Kupah yang paling dekat untuk menuju tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kota Pontianak.

“Jika warga melalui jalan ini untuk menuju ke Kota Pontianak hanya tujuh kilometer saja, namun jika melalui jalan raya bisa mencapai belasan kilometer. Harapan kami, Pemerintah Provinsi segera menganggarkan dan merespon tuntutan warga ini. Selain itu, melalui kementrian harapan kita bisa berkoordinasi dengaan lembaga terkait agar dapat memploting anggaran agar jalan di tanggul laut ini bisa secepatnya tertangani”, harapnya.

Hermili menjelaskan, kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Kalbar ini manjadi momen bagus bagi warga sekitar untuk menyampaikan aspirasinya dan pada waktu bersamaan Gubernur Kalbar Sutarmidji juga datang. Namun dirinya menyayangkan tidak bisa menyampaikannya langsung kepada Gubernur Kalbar.

“Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan bersama Gubernur Kalbar di Detention Center Stasiun PSDKP Pontianak ini sangat singkat, hanya sekitar kurang lebih satu jam saja, sehingga warga tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikannya ke pak Gubernur. Sekali lagi kami sangat berharap pak Gubernur bisa secepatnya merespon keinginan masyarakat ini”, ucapnya.    

Pantauan RRI di lapangan, tampak masyarakat di tiga Desa itu harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tersebut, karena kondisi jalan yang licin, tentunya sangat membahayakan bagi warga sekitar. Bahkan warga yang melewati jalan itu ada yang rela mendorong kendaraannya hingga 4 kilometer agar tidak terjatuh. Kondisi inilah yang menjadi tututan tokoh masyarakat dan Ketua RT agar Pemerintah Provinsi segera memperbaikinya. Sehingga jalan ini benar-benar layak untuk dilewati warga dan menjadi jalan poros bagi warga di tiga desa tersebut.

sumber : https://m.rri.co.id/go/mfGAeP9