tim-kkn-ppm-ugm-di-sungai-kakap-inisiatif-gerakan-jamban-sehat-dan-instalasi-pengelolaan-air-sungai

Tim KKN-PPM UGM di Sungai Kakap Inisiatif Gerakan Jamban Sehat dan Instalasi Pengelolaan Air Sungai

 24 Sep 2022 |  Administrator

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa empati dan membantu masyarakat dalam hal kegiatan sehari-hari dalam berbagai bidang. Desa Punggur Kecil merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi kalimantan Barat.

Desa Punggur Kecil terdiri atas 6 dusun, 19 RW dan 68 RT. Adapun dusun-dusun yang terdapat di Desa Punggur Kecil antara lain Dusun Kenanga, Melati, Nusa Indah, Mawar, Cempaka Putih dan Melati. Melalui observasi yang dilakukan, telah dijumpai bahwasanya pada bidang sanitasi muncul beranekaragam pola perilaku individu atau kelompok yang tidak menguntungkan lingkungan seperti kondisi drainase lingkungan yang belum tertata dengan baik, akses air bersih yang masih terbatas, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga yang dapat dilihat dari ketersediaan jamban yang sehat yang mana sebanyak 160 kepala rumah tangga di Desa Punggur Kecil belum memiliki fasilitas tersebut.

Pemanfaatan jamban hendaknya patut dipahami apa saja kriteria jamban yang sehat dan baik serta pemeliharaannya. Beberapa syarat jamban yang baik diantaranya tidak mencemari sumber air, tidak berbau, tidak terjangkau serangga, mudah dibersihkan, penerangan dan ventilasi yang baik, dilengkapi dinding atau atap pelindung dan mencemari tanah disekitarnya.

“Ini merupakan sebuah langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat Desa Punggur Kecil agar menerapkan PHBS dan perilaku untuk tidak BABS. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat merubah masyarakat desa untuk lebih maju dan mengembangkan jamban sehat secara mandiri,” ucap Roihatul Jannah pada Senin (6/9/2022).

Sementara itu, pada program kerja Instalasi Pengolahan Air Sungai berfokus untuk mengelola air yang berasal dari Sungai Kapuas dengan karakteristik air berwarna coklat kehitam-hitaman dan bersifat asam.

“Media filter dalam instalasi ini menggunakan bahan alam diantaranya yaitu pasir sungai, batu split, spon aquarium, arang batok kelapa, pasir aktif, dan pasir mangan,” ucap Diva Jati Kanaya.

Dalam proses kerjanya, metode pengolahan air harus disesuaikan dengan jenis air yang ditangani. Misalnya air sumur bor dengan kandungan besi tinggi dapat menggunakan metode oksidasi (air dikenakan udara sebelum masuk ke tangki) dan filtrasi, sedangkan untuk air sungai gunakan metode koagulasi (opsional) dan filtrasi.

“Kami sangat senang dengan adanya sistem pengolahan air sungai ini, pedoman dalam pembuatan dan pemeliharaan juga mudah dipahami dan diimplementasikan,” ucap Umi, selaku pengurus Rumah Pintar Punggur Cerdas saat penyerahan alat.

Besar harapan melalui kedua program kerja ini dapat mencegah pencemaran air dan lingkungan, serta meningkatnya ketersediaan air bersih di masyarakat. Dengan adanya jamban sehat maka air bersih akan terlindungi dari pencemaran tinja dan keadaan tanah dan lingkungan pun akan terhindar dari bau tak sedap. Dengan adanya instalasi pengolahan air sungai maka sumber air akan menjadi bersih dan sehat dengan standar kualitas air yang diinginkan sesuai di standar mutu.


JUNAIDI, S.Sos
Camat Sungai Kakap

Sinergi Program

SIKEMA

Kirim Keluhan

Lacak Keluhan Anda!

KELUHAN TERJAWAB

AGENDA KEGIATAN


Media Sosial

PENGUNJUNG